Reuni

Kalau menurut wikipedia arti kata yang saya temukan dan yang  ingin saya bahas di tulisan saya yg ada di dalam http://www.dewikamal.com  adalah Reuni Kelas  yang arti di wikipedia itu sendiri adalah “Pertemuan mantan teman kelas yang biasanya diadakan di atau dekat sekolah”

Yang sedang booming menurut saya adalah reuni sekolah, dimana yang berkumpul adalah teman-teman satu sekolah, entah itu teman sekolah saat SD,  SMP atau teman sekolah saat kita SMA dan teman kuliah.

Saat reuni  saat kita bernostalgia saat-saat kita sekolah dimana kita mengingat kejadian-kejadian saat sekolah. Cerita-cerita konyol, mengharukan, menyebalkan bahkan menyakitkan.

Dari reuni yang aku dapatkan ada cerita yang membuat aku merasa bodoh, dan lebih kasarnya lagi tolol yang kebangetan.

Saat SMA kelas 1 aku mempunyai teman 1 meja ( kalau di bilang satu bangku gak mungkin karena bangkunya hanya cukup untuk 1 orangūüėÄūüėÄūüėÄ).

Anaknya cantik, hitam manis,  bibirnya yang tipis dan jadi primadona di kelasku. Ada tahi lalat di sudut bibirnya. Bicaranyapun sangat manis dan lemah lembut, agak sedikit gemuk.

Teman-teman cowokku di kelas atau bahkan di luar kelas sering bertanya “Wi Ita sudah punya pacar belum” dan awalnya aku memang selalu menjawab “belum punya” karena yang memang aku tahu belum punya.

Dari sekian banyak teman laki-laki aku ada 1 laki-laki keturunan dan mualaf yang diterima Ita sebagai pacarnya.  Aku sebut saja ya dengan Suga ( hahaha nama yang aku sebut gak ada yang sama ya).

Diantara aku dan Ita ada sahabat kami juga namanya Nisa . Aku dan Nisa yang selalu menjemput Ita ke rumahnya jika Ita dan Suga ingin pergi berdua.
Itu kami lakukan karena Ita belum boleh pacaran sama orang tuanya.
Pernah suatu kali kami berempat naik bajaj dan ternyata ibunya Ita memergoki kalau putri ya pergi dengan laki-laki…..
Aku ingat kami semua harus turun dari bajaj. Tetapi kami semua takut dan hanya bisa menunduk tanpa berani melihat ibunya Ita.

Tetapi ternyata persahabatan antara aku dan Ita menjadi bubar dengan alasan apa aku tidak tahu.

Aku ingat kejadian saat aku kelas 2 SMA. Dan aku sednag bayar SPP  ti a-tiba Ita mendatangi aku dan memarahi aku dan teman-teman lain sedang berolah raga semua menatap kami dan pastinya mereka berfikir yang tidak-tidak kepadaku, karena Ita menunjuk-nunjuk ke wajahku…….
Aku yang bingung cuma bisa bengong ketika Ita menceracau dan aku yang tidak mengerti hanya diam seperti asistan rumah tangga  yang dimarahi oleh majikannya.
Aku tersadar ketika Ita mengatakan “dasar orang tua lo gak bisa ngedidik lo”
Dan aku langsung menjawab ” Eh lo boleh marah dan ngata-ngatain gw seenak udel lo, tapi jangan sekali-kali lo nyebut orang tua gw gak bisa ngedidik gw. Klu orang tua gw gak bisa ngedidik gw ,  gw pasti akan ngelakuin seperti apa yang lo lakuin ke gw sekarang!”.
Habis mengatakan itu aku langsung ngloyor pergi.
Dan kepergianku dari depan muka Ita menjadi tatapan seluruh teman-teman yang sedang berolah raga.
Aku gak tahu apa yang ada dalam benak teman-temanku.

Sejak saat itu Ita seperti dendam kepadaku. Setiap aku menulis di papan tulis karena mendapat tugas dari guru, Ita selalu mengata-ngataiku…..tapi buatku Life must go on. “Anjing menggonggong kafilah berlalu”.

Kehidupan tetap aku jalani dan aku menyelesaikan SMA ku tanpa ada hambatan apapun…..

Setelah 30 tahun berlalu tanpa pernah ada kontak sama sekali tiba-tiba Ita datang ke kantorku dan meminta tolong kepadaku untuk bisa menelpon sahabatku yang pejabat di kepolisian.
Ita perlu saran apa yang hatus di lakukan terhadap teror mantan s
uami sirinya.

Dan setelah itu Ita sering datang ke kantorku dan kami akrab kembali seolah-olah tidak pernah ada kejadian 30 tahun lalu. Dan akupun sudah memaafkan dan melupakannya.

Acara jalan-jalan ke Ciwidey dengan teman-teman SMA semakin mengakrabkan kami.

Setleah pulang dari Ciwidey aku sering menginap di rumah Ita.
Ketika Ita sering datang ke kantor kemudian mencoba membantuku mencari proyek. Tetapi sebelumnya sempat aku bilang bahwa aku belum sanggup untuk menggajinya. Jadi kalau mau boleh saja.mencari proyek  dan nanti aku akan memberikan komisi saja dan Ita setuju.

Aku pernah menanyakan kepada Ita kenapa dia saat SMA memusuhi aku. Dan Ita jawab bahwa mantan pacarnya dulu meninggalkan Ita karena dia curiga aku yang menghasut Suga supaya pisah dari Ita.
Astaghfirullah….dan aku langsung menjawab bahwa tidak sebersit dalam otak dan fikiranku untuk menghasut Suga supaya menjauhi aku. Sedangkan dulu aku yang menjadi comblang antara Suga dan Ita,  bagaimana mungkin aku hal itu aku lakukan.
Karena penasaran Ita mengajak aku ketempat kerja Suga di daerah kemayoran dan ingin menanyakan langsung kepada Suga siapa dulu yang menghasut Suga supaya meninggalkan Ita. Dan ternyata jawaban Suga adalah Nisa. Dan aku langsung istighfar dan bingung kenapa Nisa sampai jahat seperti itu. Tapi yang pasti itu bukan urusan aku jadi biar Ita yang menyelesaikannya sendiri. Tetapi kalaupun Ita sampai mau perpanjang itu kan sudah lalu dan Suga pun sudah punya keluarga. Jadi aku katakan pada Ita  untuk tidak mempermasalahkan hal ini dan Itapun  tidak perlu menegur  Nisa. Karena kejadiannyapu  sudah lewat jauh.
Dan setelah aku tahu permasalahanya aku jadi lega karena Ita sudah tahu yang sebenarnya yang membuat Ita putus dengan Suga bukan aku.

Suatu hari saat Ita ke kantor dan kami ada rencana keluar kantor untuk menagih customer di Kota Kasablanca, Ita tiba-tiba bicara mau pinjam uang Rp.2.000.000,- katanya untuk bayar listrik rumahnya.
Aku tanpa fikir panjang langsung mentransfer ke rekeningnya sejumlah  2 juta rupiah.

Kemudian Ita pernah meminjam lagi uang. Awalnya mau pinjam uang 2 juta rupiah lagi tapi aku bilang aku cuma punya 2 juta dan uang tersebut untuk membayar kos-kosan putriku. Tapi karena Ita memaksa dan aku kasihan akhirnya aku pinjamkan lagi tapi hanya 1 juta rupiah.
Ketika aku tanya untuk apa uangnya. Dan Ita bilang untuk bayar cicilan mobilnya.

Tanggal  13 Maret 2016 Ita kembali mendapatkan jodohnya dan Ita menikah secara siri karena suaminya belum ada akte cerai dari gereja. Dan pernikahan Ita ini untuk yang ketiga kalinya. Dan saat itu aku hadir dan kakaknya Ita yang entah tinggal dimana karena sedang buron karena dituduh  melakukan penipuan mobil sewaan, dan Alhamdulillah datang.

Setelah menikah Ita berbulan madu ke Bali bersama suaminya.
Tanggal 26 Maret 2016 Ita menelpon aku dan meminjam uang lagi sejumalah 4.5 juta rupiah dengan alasan ATM suaminya ketelan dan tidak bisa mengambil uangnya.
Aku yang saat itu hendak berangkat kantor agak bimbang memberikan pinjaman kembali karena pinjaman sebelumnya saja belum di kembalikan.
Teyapi karena Ita memaksa akhirnya aku transfer juga sebesar Rp.4.500.000,-  dan Ita betjanji akan mengembalikan uangnya setelah suaminya kembali ke Gorontalo.

Dari waktu yang di janjikan aku telp Ita tapi tidak pernah ada kejelasan untuk mengganti uangnya. Dan yang aku dapatkan hanya janji, janji dan janji tanpa ada kelejelasan kapan di kembalika  uangku.

Suatu saat di awal Mei temanku yang kebetulan Pak RW di daerah Ita dan juga kebetulan 1 SMA juga menanyakan ke aku “Wi emang bener Ita nikah lagi? Bukannya waktu itu udah nikah sama sama angkatan 84? Kok sekarang nikah lagi namanya beda?
Temanku sampai kebingungan dan menanayakan.
Dan aku cuma bisa bilang ” Gak tahu Din….gw gak terima undangan”?
Temanku Udin sampai bingung….”Loh kan lo akrab sama Ita masa gak tahu”?.
Aku cuma diam dan tidak menjawab pertanyaan temanku Udin.

Setelah mendapat informasi dari Udin aku coba menelpon Ita  dan mencoba ingin menanyakan masalah uangku yang di pinjam.
Dan alhamdulillah di angkat, tetapi baaru juga aku.menanyakan kabarnya dia langsung nyerocos dan bilang “iya nanti akhir bulan gw balikin duit lo tapi dengan perhitungan” dan telpon ditutup tanpa sama sekali aku bicara apa-apa.
Jengkel pasti tapi ketika aku coba menlpon kembali nomorku seperti ya sudah di blokir sama Ita. Karena setiap aku telpon selalu.mendapat jawaban “nomor yang anda hubungi sedang sibuk”.

Untuk kedua kalinya aku di musuhi oleh Ita yang jelas-jelas salahku.

Dan sahabat-sahabatku yang lain begitu tahu cuma bilang “Lo si wi bloon amat jadi orang. Makanya jadi orang jangan terlalu baik, akhirnya di kerjain orang”.

Aku fikir setelab 30 tahun dia berubah tapi ternyata tidak. Ita memang cuma memanfaatkan aku.

Ini kisah  reuni aku dengan teman SMA aku. Aku mengatakan ini bukan berarti reuni itu negatif, banyak.positifnya tapi kita memang harus menyikapinya dengan bijak  jika ada hal-hal yang negatif ya tinggalkan. Ambil positifnya saja.

Note :
Mungkin Allah tidak mengizinkan aku buat mengupload foto bukti transfer dan bukti chat aku dengan Ita, screenshoot tidak bisa aku upload via smartphone ini.

16 Ramadhan 1438 H
11 Juni 2017
Gogoleran di kasur.

Iklan
Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Allah Tidak Tidur

2 tahun yang lalu itu kata hiburan dari ibuku.

Didalam web http://www.dewikamal.com ini aku ingin sedikit bercerita tentang perjalanan hidupku yang penuh dengan airmata….

Saat aku menangisi kepergian almarhum suamiku dan bertubi2 masalah menghampiri aku dari mulai warisan sampai ditinggalkan oleh karyawan suamiku.

Aku tidak ingin membahas soal warisan karena terlalu banyak luka di hati ini. Buatku menatap masa depan lebih penting dari pada soal  peninggalan almarhum yang tidak seberapa banyak tapi sangat menolong hidupku setelah almarhum kembali kepada Sang Pencipta.

Tetapi aku sangat terpukul ketika karyawan suamiku memutuskan untuk hengkang dari perusahaan. Aku seperti layangan yang talinya putus karena ada tali layangan lain yang menarik tali layanganku hingga putus dan melayang yang tidak tahu entah kemana.

Badanku yang tinggal tulang berbalut kulit yang¬† tak berdaging mencolok mata ibuku. Beliau menangisi aku diam-diam. Dan setiap kali bertatapan denganku meninggalkan warna merah karena menahan tangisnya.  Tetapi beliau selalu menghiburku dan selalu mengatakan Allah Tidak Tidur.
Aku berusaha tegar dan mencoba menutupi luka hati di mataku.
Aku tidak ingin ibuku melihat mata bengkakku setiap pagi. Jadi aku selalu berusaha supaya tidak ada air mata yg bergulir di pipi.

Bertahan dari kesedihan ini mengakibatkan habis badanku. Aku berusaha hanya berfikir bagaimana aku mencari uang untuk biaya hidupku dan anakku seorang.

Ku bulatkan tekad bahwa aku harus meninggalkan kesedihanku. Ku harus menatap kedepan dan menentukan jalan hidupku.

Aku lanjutkan bendera usaha yg di rintis oleh suamiku, walaupun tidak ada modal yang bisa aku gunakan. Aku hanya bermodalkan keyakinan bahwa ALLAH TIDAK TIDUR¬† dan dengan mengucapkan BISMILLAH aku lanjutkan usaha suamiku  dengan bermodalkan sisa uang dari warisan almarhum suamiku sebesar Rp.25.000.000,-

Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan…..order belum aku dapatkan.¬† Sementara keuanganku menipis, akan tetapi aku yakin Allah selalu mendengar doaku. Aku selalu memohon supaya dibukakan pintu rejeki agar aku bisa meneruskan hidupku dan putriku.

Bulan Mei 2015 putriku masuk Rumah Sakit dan di rawat, saat itulah aku mendapatkan order proyek Mess karyawan PT. Blue Bird di Pamulang, dengan awalnya 6 panel menjadi hanya 3 panel. Karena fikiranku terpecah aku tidak tahu, berapa profit yg aku dapat dari proyek tersebut. Buatku yang penting terselesaikan dan tanggung jawabku terhadap pelangganku berjalan dengan baik dan pelangganku puas dengan hasil kerjaku.

Allah tidak tidur saat hari pertama   aku di rawat di rumah sakit karena maagku kronis aku terima telpon dari bapak Abdul Salim.
Beliau memintaku untuk datang ke lapangan banteng dan aku setujui akan tetapi aku meminta waktu hari selasa minggu depan dan akhirnya sepakat.

Aku berfikir bagaimana kalau aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk bertemu pak Salim ( begitu biasa aku memanggil beliau). Aku ragu karena itu hari pertama aku di rawat. Dan ketika aku bertemu pertama kali dengan Prof. Dr. Joko yaitu dokter yang bertanggung jawab, aku langsung bertanya kapan aku bisa pulang. Dokter langsung memarahiku beliau bilang “ibu baru masuk tadi jam 2 dini hari kok sudah tanya kapan pulang. Tunggu dulu sembuh dulu baru ibu bisa pulang”.

Sepanjang aku sakit, aku hanya memikirkan kapan aku bisa pulang. Dan aku berusaha setiap makanan yangbdi antar ke kamarku langsung aku habiskan  walaupun selesai makan aku langsung kesakitan.

Alhamdulillah akhirnya hari senin aku bisa pulang ke rumah kontrakanku. Dan kantorku sementara aku di rawat terpaksa tutup.  Aku di kantor hanya sendiri mulai dari menyapu, mengepel sampai menanda tangani penawaran atau yang berurusan dengan bank aku lakukan sendiri. Karena aku belum mampu untuk menggaji karyawan.

Hari selasa aku bertemu dengan pak Salim dengan tubuhku yang memerah karena kaligata.

Setelah bertemu dengan Pak Salim aku diminta membuat penawaran untuk proyek Gedung Kementrian Pertahanan Dan Keamanan RI. Dan kembali aku.mengucapkan syukur alhamdulillah setelah proses yang lumayan panjang proyek senilai Rp.2.500.000.000,- aku dapatkan.  Nikmat Allah yang mana lagi yang engkau dustakan.

Allah tidak tidur proyek demi proyek aku dapatkan dan Alhamdulillah yang tadinya aku bertemu dengan calon customer, aku ke kantor pajak mengurus pajak dengan naik ojek online  sekarang aku bisa menikmati hasil kerja kerasku yang terkadang berhari-hari aku hanya tidur 1-2 jam kini terbayarkan.kini aku tidak kepanasan atau kehujanan aku bisa kemana-mana dengan mobilku walaupun masih kredit yang terkadang macet pembayarannya karena tagihan proyekku tidak keluar-keluar. Tetapi aku yakin aku masih bisa berjalan di atas kakiku sendiri tanpa harus meminta-minta ke orang lain.

Rumahku yang awalnya ingin aku jual karena aku bingung takut tidak bisa makan sekarang aku jadikan workshop. Alhamdulillah berkat Allah yang Maha Kuasa sekarang aku sudah punya workhop sendiri. Dan karyawanku sampai saat ini berjumlah 15 orang.

Ucapan ibuku bahwa ALLAH TIDAK TIDUR  benar adanya.

Puji dan syukur aku panjatkan kepada Allah Subhanahuwata’ala yang mengabulkan doa-doaku.

Medio 15 Ramadhan 1438 H.
10 Juni 2017
Dpw Pan Tebet Raya

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Positif Dan Negatif Posting Status di Facebook

Setiap kita masuk atau Log In kata orang bule ke Facebook…..pasti di wall kita akan terlihat status teman-teman yang sudah terhubung dengan kita.

Suatu saat aku baca curhat seorang ¬†teman dengan membuat status ¬†yang marah dengan kondisi dirinya yang di ceraikan oleh suamimya karena suaminya terpikat oleh wanita lain….kemudian ada status teman yang lain marah dengan tetangganya karena tidak mau kasih pinjam mixer. Dan banyak macam ragam status teman-teman di facebook.

Aku pernah nasehatin teman supaya gak curhat di facebook……sebenarnya siy gak mau ikut campur. dengan sok nasehatin teman untuk gak posting sesuatu yang bersifat sangat pribadi …..contoh di atas.

Akan tetapi aku ¬†sendiri terkadang membuat status juga dan yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari dan terkadang juga sama suka curhat di facebook kalau lagi sebel karena proyek direbut sama teman seagen….rasanya terpuaskan, terlebih dengan mendapat komentar teman-teman. Ada yang kasih support bahwa rejeki tidak akan kemana…..tetapi ada juga yang komennya bercanda bahkan komen yang tidak berhubungan sama sekali dengan status yang aku buat.

Pernah juga aku memposting hasil produksi pekerjaan aku…(yang ngerjain siy teman-teman team)…..Dan tahu gak…..ternyata…..

Tidak selamanya postingan atau status kita yang dikomen di ¬†Facebook ¬†dengan kata-kata baik dan harus tahu komen di ¬†dunia nyata….bisa terbalik 180¬ļ …..pernah ngalamin gak?….

Aku pernah ngalamin dan kayaknya negatif banget dan orang-orang bertanya begini :

Kenapa tuh si Dewi…..pasti lagi galau…..dan yang lebih parah jadi di pergunjingkan contoh :

Si A : Itu mamanya Ayu (nama anak aku)…..kagak bisa move on apa ya…..curhatnya soal suaminya yang udah almarhum…..(tahu kan kalau kita dipanggil nama anak pasti tahukan di lingkungan mana)..

Si B : Si Depit (itu nama panggilan aku di komunitas berbeda)….statusnya galau mulu…

Si C : Sombong bener pasang status sama foto kerjaannya…..gw juga tahu dia tukang panel….[hahaha kalau tukng insinyur (Si Doel Anak Sekolahan) sekarang udah jadi gubernur (Red Gubernur Banten Rano Karno)]

Nah teman-teman ternyata ada positif dan negatif tuh postingan di Facebook…..

Bahkan kita harus hati-hati kalau sampai kita memposting yang gak benar apalagi sampai menyebutkan nama orang…..kalau orang lain gak suka dengan postingan kita mereka bisa menuntut kita sesuai dengan¬†¬†Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. UU ini memiliki yurisdiksi yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia

Jadi teman….hati-hati ya

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Uang baru jelang Idul Fitri

Tadi malam baru sadar setelah anak gadis gw (aku) ngingetin kalau mamanya belum tukar uang baru untuk hari raya Idul Fitri yang tanggalnya belum ditetapkan sama pemerintah kita.

Seperti biasa bangun pagi-pagi rasanya gak rela harus ninggalin bantal yang gak ada gulingnya untuk cepat ke kamar mandi alias mandi bersih-bersih badan tanpa gosok gigi karena tadi sebelum imsak udah gosok gigi. Gak mau bahas masalah gosok gigi karena gw kurang punya dalilnya gimana……gw cuma mau bahas soal tradisi uang baru alias uang yang masih bagus bentuknya buat Idul Fitri tahun ini.

Sudah rapi walupun lupa tadi pakai minyak wangi karena terburu-buru. yang penting sudah pake lipstik alias pewarna bibir biar gak keliatan klu anoreksia kata anak gadis gw karena liat mamanya kurus kayak orang anoreksia…..arti persisnya nanti gw cari ke wikipedia.

Sampai kantor taruh dulu tas laptop (laktok kata karyawan gw yang suka bersih-bersih kantor) yang beratnya lumayan bisa bikin badan badan melengkung dengan kepala di belakang.

Langsung cap cus (kata anak sekarang) ke Bank “M” (gw gak mau sebut kepanjangannya takut disangka iklan atau parahnya menjelekkan nama).

Bank yang disamping kantor gw walaupun terhalang beberapa bangunan rumah dan rumah makan padang, gw datangi sambil tanya ke security alias petugas keamanan dan yang menjawab ibu-ibu yang mungkin habis tukar uang bahwa uang kertas yang baru habis……dan gw bodohnya gak masuk kedalam buat tanya…..bener gak uang barunya habis.

Dan gw langsung balik badan menuju parkiran mobil gw (bangga gw sebut mobil gw padahal mobil kantor cuma BPKB doank nama gw)….

Singkat kata walaupun gw salah ambil rute jalan sampailah gw di jalan Balai Pustaka dan gw ambil parkiran yang kosong di depan Bank yang alhamdulillahnya gw punya rekening walaupun gw punya rekening di daerah Slipi di gedung JDC dan di kantor cabang Palmerah. dan dengan gaya yang pasti gw ke atm ambil tunai terus langsung ke lantai 2 bagian teller setelah gw tanya mau tukar uang rupiah baru harus kemana dan di jawab oleh petugas ke lantai 2 dan di teller……

Lantai 2 tanpa mengantri aku langsung sampaikan maksud dan tujuan dengan sopan dan ku atur tutur kata sesopan mungkin dan di tanya oleh petugas……”ibu apakah punya rekening di Bank “M”. dan gw ¬†jawab punya sambil gw ¬†keluarkan Buku Giro (karena memang itu yang pertama kali ke pegang) sambil gw ¬†cari buku tabungan pribadi dan…..”maaf ibu karena ibu buka rekening di palmerah …jadi ibu harus menukarnya di palmerah…..”

Gw belum selesai cari…. dan ¬†itu buku tabungan juga belum ketemu karena kecampur sama buku tabungan yang lain. Dan gw jelaskan kalau gw kantornya yang tadi di palmerah pindah dan terdekat adalah yang di Jalan Balai Pustaka….gw kekeuh menjelaskan kantor gw deket dan petugas tellerpun kekeuh bahwa gw harus tukarnya di cabang Palmerah…..dan gw akhirnya nyerah walapun dengan gondok gw mau pergi tapi mungkin petugas teller lihat gw kecewa dia kasih saran untuk ke bank yang letaknya di Jatinegera…..gw bilang terima kasih dan gw cuma bilang jauh….karena gw tahu ini hari terakhir bank buka jadi kalu gw paksa kesana kalau itu uang baru masih ada kalau sudah habis gimana…..maksudnya uang yang baru di bank “M” yang cabang Jatinegara pasti banyak…. masa bank gak ada uang……

Masih tetap semangat karena belum dapat uang baru gw muter lagi akhirnya terdampar di Bank “B” dan nasib yang sama belum selesai maksud dan tujuan gw sampaikan “Mba maaf saya mau tu….” langsung dijawab “Maaf bu sudah habis”……gak ngomong lagi langsung ambil posisi mau keluar….dan ada mahmud bawa anak kecil lucu yang antri di belakang gw, terus ¬†nyerahin buku sama uang, ternyata untuk¬†tukar uang pecahan Rp.5.000,-an¬†dan¬†dapat segepok…..ok fine….padahal gw cuma mau nuker uang rupiah baru Rp.5.000,-an segepok alias Rp.500.000,- dan Rp.10.000,- segepok alias Rp.1.000.000,- gak banyak kok….wong gw juga gak punya duit banyak….gw cuma siapin sedikit jaga-jaga anak-anak kecil yang suka keliling bukan lebarannya atau salamannya ¬†tapi uangnya yang mereka ambil…..sama seperti gw waktu gw kecil tapi gw cuma keliling saat pulang kampung dan ke rumah uwa dan bibi atau mamang…tetapi ternyata perjuangan gw belum berhasil untuk siapin uang rupiah baru….

Semangat 45 tetap ada (walaupun gw belum lahir tahun itu tapi semangat itu tetap dipakai oleh teman-teman seangkatan gw tahun 60 an akhir alias 69….ketahuan deh umur gw ya)…langsung ke parkiran dan gw telpon Customer Service Bank BNI ditanya mau tukar berapa? gw jawab gak banyak cuma 5.000an segepok dan 10.000an segepok….dan gw tunggu sebentar langsung dapat jawaban….oke ¬†bu boleh diambil…..Alhamdulillah ….akhirnya dapat juga ….horeeeee jadi lebaran…

Akhirnya gw ke Bank BNI dan duduk manis depan customer service uang rupiah baru gw terima…..jreng jreng jreng….makasih mas Reza ….akhirnya perburuan uang baru selesai dan gw terima uangnya…jadi deh lebaran…..

Ok guys jadi gw ambil kesimpulannya ¬†bahwa kalau kita ¬†berurusan tukar uang momen lebaran seperti ini, kita harus tukar dimana tempat kita buka rekening walaupun itu di ujung dunia…….jadi saran gw buat diri gw sendiri dan mungkin bisa buat orang lain kalau kita pindah rumah tutup deh rekening kita di bank yang kita punya rekening dekat rumah kita yang lama dan buka deh rekening di rumah/kantor yang terdekat ¬†kita….biar gak susah kalau mau urusan ke Bank…..

edisi lebaran 2016

 

 

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Berjuang untuk meraih Kemenangan

22 oktober 2015

Mndapatkan proyek yang lumayan besar sama sekali di luar bayangan saya.

Kalau di tengok kebelakang rasanya saya sudah tidak inginelanjutkan kehidupan.

Setelah di tinggal pasangan hidup yang sudah mendampingi hidup saya selama 23 tahun tentunya bukan waktu yang sebentar.

Dan ketika orang tercinta pergi. Saya yang hanya seorang ibu rumah tangga biasa bagaikan kapal kecil ditengah gelombang besar tanpa ada nahkoda. Begitulah hidup saya terombang ambing oleh keadaan yang tidak terfikir sama sekali.

Saya hanya mencoba untuk bertahan hidup dengan sisa-sisa tenaga dan nafas yang tersengal-sengal karena beban berat yang harua saya sandang.

Rupiah demi rupiah coba saya sisihkan dari harta yang tersisa setelah dibagi waris dengan pihak keluarga.

Saya yang tidak bekerja mencoba belajar untuk bekerja kembali dengan menggali pengalaman-pengalaman kerja sewaktu saya masih gadis.

Pekerjaan apapun saya kerjakan yang penting tidak merampok, tidak menipu dan tidak merugikan orang lain. Yang penting bagi saya adalah saya bisa tetap membiaya putri saya kuliah dan untuk makan dan minum.
Apa yang dulu pernah saya dan suami lakukan saya stop karena tidak ada budget.

Saya coba menjadi marketing saya berfikir tinggal modal berani bicara. Tetapi ternyata sulit karena apa yang coba saya tawarkan diluar pengetahuan saya. Tetapi saya yakin dengn belajar, belajar dan belajar Allah pasti akan memeberikan apa yang di inginkan umatnya. Apalagi menimba ilmu yakin Allah aka  kasih jalan.

Terbukti saya mendapat pekerjaan dan mendapatkan proyek lumayan besar. Dan inilah bukti Allah memberikan rejeki lebih dari  yang kita harapkan.

Intinya jangan mudah menyerah. Perjuangkanlah jika itu memang harus diperjuangkan walaupun banyak rintangan yakinlah Allah bersama kita.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Penggunaan BPJS di RSAB Harapan Kita

Ini aku alami tanggal 25 Mei 2015, anak aku yang cuma satu-satunya  merasakan sakit dipinggang kanan belakang sampai tidak bisa berjalan bahkan duduk sekalipun.

Singkat cerita aku suruh anak aku unuk ke RSAB Harapan Kita di S.Parman Jakarta Barat, karena mengingat tahun lalu pernah operasi di Rumah Sakit ini.

Langsung masuk ke Instalasi Gawat Darurat atau yang biasa kita sebut IGD.

Sementara anakku sedang di periksa oleh dokter yang bertugas,  aku mendaftar dengan membayar ke kasir Rp. 125.000,-.

Dari hasil Laboratorium darah dan periksa urine ada indikasi infeksi saluran kemih dan lebih mengkhawatirkan ada masalah di ginjal karena sakit di pinggang belakang.

Aku diminta oleh dokter jaga supaya anak aku di rawat dan aku kembali ke bagian  pendaftaran untuk mendaftar  kamar rawat kelas 1 sesuai dengan fasilitas kartu bpjs yang aku dan anak aku miliki.
Dari bagian pendaftaran di terangkan setelah aku mengisi formulir bahwa aku harus menyerahkan formulir pendaftaran ke bagian BPJS dan diberi waktu 3 x 24 jam. Apabila lewat dari waktu tersebut maka aku harus membayar dengan biaya pribadi.

Pelayanan yang sangat baik dari perawat membuat anak aku yang menangis karena kesakitan jadi agak sedikit mereda karena dihibur oleh suster muzdalifah yang dengan nada lucu dan menghibur mengenalkan dirinya dan teman-teman perawat yang sedang bertugas saat itu.

Keesokan harinya setelah urusan anak aku selesai dengan USG abdomen dan rontgen  aku segera menuju ke ruangan BPJS  dengan menyerahkan berkas persyaratan :
1. (2 L) foto copy kartu BPJS
2. (2 L) foto copy KTP pasien
3. (2 L)  foto copy Kartu permintaan Rawat Inap
4. (2 L) foto copy pendaftaran rawat inap.
5. (2 L) foto copy surat rujukan dari puskesmas (apabila pasien mendaftar dari poliklinik dan berobat jalan.)
6. (2 L) foto copy rujukan dari RSUD (untuk pasien yang mendaftar lewat poliklinik/ dan berobat jalan).

Karena anak aku masuk melalui IGD jadi aku hanya menyerahkan poin 1 – 4 saja. Dan kemudian petugas menyerahkan bukti lapor BPJS dan harus aku foto copy sebanyak 3 lembar. Yang asli untuk bagian Tata Rekening,  1 lembar foto copy untuk bagian Farmasi, 1 lembar untuk perawat dan 1 lembar lagi unuk aku sebagai arsip.
Setalah semua aku serahkan aku tinggal duduk tenang menunggu dan membantu anak aku kalau perlu ke kamar mandi. Aku tidak di pusingkan untuk mengambil obat ke farmasi. Semua dilakukan oleh perawat. Luar biasa kemudahan yang aku terima di RSAB ini. Walaupun menggunakan BPJS perawat maupun dokter melayani pasien dengan sopan dan mereka membuat kita keluarga ataupun pasien nyaman.

Untuk BPJS pun kita tidak perlu mengantri dari subuh dan waktunya tidak dibatasi sampai pukul 12. Keluarga pasien bisa mendaftar sampai pukul 15:00. Sehingga yang mendaftar di BPJS tidak sampai antri seperti ular.

Andai rumah sakit lain menerapkan seperti ini…..pastinya keluarga pasien akan merasa nyaman …..dan ketakutan yang timbul karena keluarga sakit akan berkurang…….ANDAI…..

Posted from WordPress for Android

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Miss you so much …..please come to my dream

View on Path

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar