Uang baru jelang Idul Fitri

Tadi malam baru sadar setelah anak gadis gw (aku) ngingetin kalau mamanya belum tukar uang baru untuk hari raya Idul Fitri yang tanggalnya belum ditetapkan sama pemerintah kita.

Seperti biasa bangun pagi-pagi rasanya gak rela harus ninggalin bantal yang gak ada gulingnya untuk cepat ke kamar mandi alias mandi bersih-bersih badan tanpa gosok gigi karena tadi sebelum imsak udah gosok gigi. Gak mau bahas masalah gosok gigi karena gw kurang punya dalilnya gimana……gw cuma mau bahas soal tradisi uang baru alias uang yang masih bagus bentuknya buat Idul Fitri tahun ini.

Sudah rapi walupun lupa tadi pakai minyak wangi karena terburu-buru. yang penting sudah pake lipstik alias pewarna bibir biar gak keliatan klu anoreksia kata anak gadis gw karena liat mamanya kurus kayak orang anoreksia…..arti persisnya nanti gw cari ke wikipedia.

Sampai kantor taruh dulu tas laptop (laktok kata karyawan gw yang suka bersih-bersih kantor) yang beratnya lumayan bisa bikin badan badan melengkung dengan kepala di belakang.

Langsung cap cus (kata anak sekarang) ke Bank “M” (gw gak mau sebut kepanjangannya takut disangka iklan atau parahnya menjelekkan nama).

Bank yang disamping kantor gw walaupun terhalang beberapa bangunan rumah dan rumah makan padang, gw datangi sambil tanya ke security alias petugas keamanan dan yang menjawab ibu-ibu yang mungkin habis tukar uang bahwa uang kertas yang baru habis……dan gw bodohnya gak masuk kedalam buat tanya…..bener gak uang barunya habis.

Dan gw langsung balik badan menuju parkiran mobil gw (bangga gw sebut mobil gw padahal mobil kantor cuma BPKB doank nama gw)….

Singkat kata walaupun gw salah ambil rute jalan sampailah gw di jalan Balai Pustaka dan gw ambil parkiran yang kosong di depan Bank yang alhamdulillahnya gw punya rekening walaupun gw punya rekening di daerah Slipi di gedung JDC dan di kantor cabang Palmerah. dan dengan gaya yang pasti gw ke atm ambil tunai terus langsung ke lantai 2 bagian teller setelah gw tanya mau tukar uang rupiah baru harus kemana dan di jawab oleh petugas ke lantai 2 dan di teller……

Lantai 2 tanpa mengantri aku langsung sampaikan maksud dan tujuan dengan sopan dan ku atur tutur kata sesopan mungkin dan di tanya oleh petugas……”ibu apakah punya rekening di Bank “M”. dan gw  jawab punya sambil gw  keluarkan Buku Giro (karena memang itu yang pertama kali ke pegang) sambil gw  cari buku tabungan pribadi dan…..”maaf ibu karena ibu buka rekening di palmerah …jadi ibu harus menukarnya di palmerah…..”

Gw belum selesai cari…. dan  itu buku tabungan juga belum ketemu karena kecampur sama buku tabungan yang lain. Dan gw jelaskan kalau gw kantornya yang tadi di palmerah pindah dan terdekat adalah yang di Jalan Balai Pustaka….gw kekeuh menjelaskan kantor gw deket dan petugas tellerpun kekeuh bahwa gw harus tukarnya di cabang Palmerah…..dan gw akhirnya nyerah walapun dengan gondok gw mau pergi tapi mungkin petugas teller lihat gw kecewa dia kasih saran untuk ke bank yang letaknya di Jatinegera…..gw bilang terima kasih dan gw cuma bilang jauh….karena gw tahu ini hari terakhir bank buka jadi kalu gw paksa kesana kalau itu uang baru masih ada kalau sudah habis gimana…..maksudnya uang yang baru di bank “M” yang cabang Jatinegara pasti banyak…. masa bank gak ada uang……

Masih tetap semangat karena belum dapat uang baru gw muter lagi akhirnya terdampar di Bank “B” dan nasib yang sama belum selesai maksud dan tujuan gw sampaikan “Mba maaf saya mau tu….” langsung dijawab “Maaf bu sudah habis”……gak ngomong lagi langsung ambil posisi mau keluar….dan ada mahmud bawa anak kecil lucu yang antri di belakang gw, terus  nyerahin buku sama uang, ternyata untuk tukar uang pecahan Rp.5.000,-an dan dapat segepok…..ok fine….padahal gw cuma mau nuker uang rupiah baru Rp.5.000,-an segepok alias Rp.500.000,- dan Rp.10.000,- segepok alias Rp.1.000.000,- gak banyak kok….wong gw juga gak punya duit banyak….gw cuma siapin sedikit jaga-jaga anak-anak kecil yang suka keliling bukan lebarannya atau salamannya  tapi uangnya yang mereka ambil…..sama seperti gw waktu gw kecil tapi gw cuma keliling saat pulang kampung dan ke rumah uwa dan bibi atau mamang…tetapi ternyata perjuangan gw belum berhasil untuk siapin uang rupiah baru….

Semangat 45 tetap ada (walaupun gw belum lahir tahun itu tapi semangat itu tetap dipakai oleh teman-teman seangkatan gw tahun 60 an akhir alias 69….ketahuan deh umur gw ya)…langsung ke parkiran dan gw telpon Customer Service Bank BNI ditanya mau tukar berapa? gw jawab gak banyak cuma 5.000an segepok dan 10.000an segepok….dan gw tunggu sebentar langsung dapat jawaban….oke  bu boleh diambil…..Alhamdulillah ….akhirnya dapat juga ….horeeeee jadi lebaran…

Akhirnya gw ke Bank BNI dan duduk manis depan customer service uang rupiah baru gw terima…..jreng jreng jreng….makasih mas Reza ….akhirnya perburuan uang baru selesai dan gw terima uangnya…jadi deh lebaran…..

Ok guys jadi gw ambil kesimpulannya  bahwa kalau kita  berurusan tukar uang momen lebaran seperti ini, kita harus tukar dimana tempat kita buka rekening walaupun itu di ujung dunia…….jadi saran gw buat diri gw sendiri dan mungkin bisa buat orang lain kalau kita pindah rumah tutup deh rekening kita di bank yang kita punya rekening dekat rumah kita yang lama dan buka deh rekening di rumah/kantor yang terdekat  kita….biar gak susah kalau mau urusan ke Bank…..

edisi lebaran 2016

 

 

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Berjuang untuk meraih Kemenangan

22 oktober 2015

Mndapatkan proyek yang lumayan besar sama sekali di luar bayangan saya.

Kalau di tengok kebelakang rasanya saya sudah tidak inginelanjutkan kehidupan.

Setelah di tinggal pasangan hidup yang sudah mendampingi hidup saya selama 23 tahun tentunya bukan waktu yang sebentar.

Dan ketika orang tercinta pergi. Saya yang hanya seorang ibu rumah tangga biasa bagaikan kapal kecil ditengah gelombang besar tanpa ada nahkoda. Begitulah hidup saya terombang ambing oleh keadaan yang tidak terfikir sama sekali.

Saya hanya mencoba untuk bertahan hidup dengan sisa-sisa tenaga dan nafas yang tersengal-sengal karena beban berat yang harua saya sandang.

Rupiah demi rupiah coba saya sisihkan dari harta yang tersisa setelah dibagi waris dengan pihak keluarga.

Saya yang tidak bekerja mencoba belajar untuk bekerja kembali dengan menggali pengalaman-pengalaman kerja sewaktu saya masih gadis.

Pekerjaan apapun saya kerjakan yang penting tidak merampok, tidak menipu dan tidak merugikan orang lain. Yang penting bagi saya adalah saya bisa tetap membiaya putri saya kuliah dan untuk makan dan minum.
Apa yang dulu pernah saya dan suami lakukan saya stop karena tidak ada budget.

Saya coba menjadi marketing saya berfikir tinggal modal berani bicara. Tetapi ternyata sulit karena apa yang coba saya tawarkan diluar pengetahuan saya. Tetapi saya yakin dengn belajar, belajar dan belajar Allah pasti akan memeberikan apa yang di inginkan umatnya. Apalagi menimba ilmu yakin Allah aka  kasih jalan.

Terbukti saya mendapat pekerjaan dan mendapatkan proyek lumayan besar. Dan inilah bukti Allah memberikan rejeki lebih dari  yang kita harapkan.

Intinya jangan mudah menyerah. Perjuangkanlah jika itu memang harus diperjuangkan walaupun banyak rintangan yakinlah Allah bersama kita.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Penggunaan BPJS di RSAB Harapan Kita

Ini aku alami tanggal 25 Mei 2015, anak aku yang cuma satu-satunya  merasakan sakit dipinggang kanan belakang sampai tidak bisa berjalan bahkan duduk sekalipun.

Singkat cerita aku suruh anak aku unuk ke RSAB Harapan Kita di S.Parman Jakarta Barat, karena mengingat tahun lalu pernah operasi di Rumah Sakit ini.

Langsung masuk ke Instalasi Gawat Darurat atau yang biasa kita sebut IGD.

Sementara anakku sedang di periksa oleh dokter yang bertugas,  aku mendaftar dengan membayar ke kasir Rp. 125.000,-.

Dari hasil Laboratorium darah dan periksa urine ada indikasi infeksi saluran kemih dan lebih mengkhawatirkan ada masalah di ginjal karena sakit di pinggang belakang.

Aku diminta oleh dokter jaga supaya anak aku di rawat dan aku kembali ke bagian  pendaftaran untuk mendaftar  kamar rawat kelas 1 sesuai dengan fasilitas kartu bpjs yang aku dan anak aku miliki.
Dari bagian pendaftaran di terangkan setelah aku mengisi formulir bahwa aku harus menyerahkan formulir pendaftaran ke bagian BPJS dan diberi waktu 3 x 24 jam. Apabila lewat dari waktu tersebut maka aku harus membayar dengan biaya pribadi.

Pelayanan yang sangat baik dari perawat membuat anak aku yang menangis karena kesakitan jadi agak sedikit mereda karena dihibur oleh suster muzdalifah yang dengan nada lucu dan menghibur mengenalkan dirinya dan teman-teman perawat yang sedang bertugas saat itu.

Keesokan harinya setelah urusan anak aku selesai dengan USG abdomen dan rontgen  aku segera menuju ke ruangan BPJS  dengan menyerahkan berkas persyaratan :
1. (2 L) foto copy kartu BPJS
2. (2 L) foto copy KTP pasien
3. (2 L)  foto copy Kartu permintaan Rawat Inap
4. (2 L) foto copy pendaftaran rawat inap.
5. (2 L) foto copy surat rujukan dari puskesmas (apabila pasien mendaftar dari poliklinik dan berobat jalan.)
6. (2 L) foto copy rujukan dari RSUD (untuk pasien yang mendaftar lewat poliklinik/ dan berobat jalan).

Karena anak aku masuk melalui IGD jadi aku hanya menyerahkan poin 1 – 4 saja. Dan kemudian petugas menyerahkan bukti lapor BPJS dan harus aku foto copy sebanyak 3 lembar. Yang asli untuk bagian Tata Rekening,  1 lembar foto copy untuk bagian Farmasi, 1 lembar untuk perawat dan 1 lembar lagi unuk aku sebagai arsip.
Setalah semua aku serahkan aku tinggal duduk tenang menunggu dan membantu anak aku kalau perlu ke kamar mandi. Aku tidak di pusingkan untuk mengambil obat ke farmasi. Semua dilakukan oleh perawat. Luar biasa kemudahan yang aku terima di RSAB ini. Walaupun menggunakan BPJS perawat maupun dokter melayani pasien dengan sopan dan mereka membuat kita keluarga ataupun pasien nyaman.

Untuk BPJS pun kita tidak perlu mengantri dari subuh dan waktunya tidak dibatasi sampai pukul 12. Keluarga pasien bisa mendaftar sampai pukul 15:00. Sehingga yang mendaftar di BPJS tidak sampai antri seperti ular.

Andai rumah sakit lain menerapkan seperti ini…..pastinya keluarga pasien akan merasa nyaman …..dan ketakutan yang timbul karena keluarga sakit akan berkurang…….ANDAI…..

Posted from WordPress for Android

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Miss you so much …..please come to my dream

View on Path

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Bareng dua teman yang sama2 kecil juga…… – with Susi and Anis at Gado-Gado Boplo

View on Path

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Kepergianmu

Hari ini 4 Januari 2015, aku menghadiri pernikahan sepupuku, tak sanggup sejujurnya untuk menghadiri acara ini karena seharusnya suamiku ikut menghadiri acara bahagia ini.

Tetapi hanya air mata yang menemani hari bahagia sepupuku.  Kasihku…..cintaku telah pergi kembali kepada Sang Pencipta dengan meninggalkan aku seorang diri.

Aku merindukanmu disisiku……seperti biasa kamu menemaniku kemanapun aku pergi. Dan aku selalu menemanimu kemanapun kamu pergi.

Kini ku hanya sendiri bertemankan sepi ….tunggu aku, kita kan bersama lagi nanti……

LOVE YOU FOREVER

image

Posted from WordPress for Android

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

22 NOVEMBER 2014

Detik-detik menuju pukul 00:00 tanda berganti hari

Tak terhidang kue ulang tahun dengan lilin angka seperti tahun-tahun lalu

Detik-detik berganti haripun terlewati tanpa ada tiupan lilin dan ucapan panjang umur

Kini aku tak bisa lagi disisimu menerima sepotong suapan kue dari mu kanda

22 November 2014 ini adalah hari ulang tahunmu yang ke 52 tahun

                   Tetapi Allah lebih menyayangimu dan memanggilmu lebih cepat                              

 untuk berada disisiNya

Dipusaramu ku hanya bisa diam membisu

Dipusaramu ku hanya bisa diam membisu

Kini hanya pusaramu yang bisa ku temui

Tunggulah aku yang nanti akan menemanimu bersama di Jannah

Sayangku…..cintaku…..kasihku

Dipublikasi di Tak Berkategori | 1 Komentar